Menanti Jizz Jazz Mac DeMarco

Apabila tidak ditakdirkan menjadi seorang artis, Mac DeMarco sekilas akan terlihat layaknya pria biasa dengan gaya berbusana yang buruk. Kaos kedodoran dengan warna yang kusam, rambut yang berantakan, dan mata agak sayu. Buruk.

Tapi tak ada yang bisa dikatakan apabila ia meraih gitarnya, beri waktu 5 menit untuk bermain dan secara singkat kita memaklumi gayanya yang nyeleneh itu. “Musik jenis apa pula ini? Unik” kalimat yang lazim yang akan sering dijumpai ketika mendengar alunan lagu yang ia mainkan.

Melabeli dirinya dengan gaya jizz jazz, musik DeMarco memang benar unik. Suara gitar yang terlihat lebih condong dengan fidelitas rendah namun asyik untuk bersantai sejenak sambil menengguk minuman dingin di kala hari sedang terik.

Dengan gaya dan musik yang khas itu juga yang mengantar kesuksesan DeMarco merilis 4 album sejak awal kehadirannya di ranah musik; Yin Yang [2010], Rock and Roll Night Club [2012], 2 [2012] dan Salad Days [2014]. Catatan untuk album terakhir, kritikus musik dari Pitchfork, NME, The Guardian, Spin memberikan tempat khusus Salad Days di jajaran rilisan terbaik tahun 2014 dengan rating yang bagus.

Dalam rangka keliling dunia demi mempromosikan albumnya, DeMarco mengunjungi sejumlah kota di wilayah Asia, Australia, Amerika Utara dan Eropa sebelum festival Coachella dan Bonnaroo.

Di Jakarta, konser si gigi renggang akan dibuka oleh Jirapah pada tanggal 22 Januari 2015 di bawah kubah Prasvana dan Studiorama yang menjadi pihak penyelenggara acara. Bertempat di Level II, The Foundry no. 8, Kawasan SCBD, Jakarta, tiket masih bisa didapat dengan harga Rp. 300.000 dengan pembelian secara online di kiostix.com atau offline melalui gerai Mama Goose dan Woodpecker Café.

 

Foto: Tom Spray/Pitchfork