[REVIEW] JAVA JAZZ FESTIVAL 2017

Tanpa Special Show, JJF 2017 Tetap Ramai Dikunjungi

JIExpo Kemayoran, Jakarta

Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2017 baru saja selesai diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut mulai dari tanggal 3 hingga 5 Maret 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Di tahun penyelenggaraan yang ke-13 ini, JJF menyuguhkan total 170 nama artis dan grup lokal dan internasional yang mengisi 14 panggung.

Serangkaian artis yang memikat tampil di opening JJF antara lain adalah Beady Belle, penyanyi cantik Emma Larsson, pianis Anthony Strong, Zap Mama, dan Jazz Orchestra of the Concertgebouw. Sedangkan dari Tanah Air, ada Tulus, Andien, Abdul and the Coffee Theory, Tompi dan The Groove yang juga sukses memanjakan telinga penonton yang hadir.

Tak kalah menyita perhatian adalah penampilan trio R&B asal Amerika Serikat, KING, yang juga albumnya “We Are King” menjadi nominasi kategori Best Urban Contemporary Album pada Grammy Award 2017 beberapa waktu lalu.

Tampil pada pukul 21.00 WIB, Rick Braun mencuri hati penonton sejak kemunculan pertamanya. Bagaimana tidak, Braun mulai memainkan terompetnya sambil berjalan-jalan di area duduk penonton dan mengajak penonton berjoget bersama.

Semakin malam keseruan JJF semakin memanas dengan penampilan Tribute to Whitney Houston dari Dira Sugandi, Lea Simanjuntak, Kamasean, dan Soundwave dengan iringan dari Sri Hanuraga band membawakan hits-hits ternama dari Diva yang meninggal pada tahun 2012 silam.

JJF hari pertama ditutup dengan penampilan nyentrik sang ratu bass, Nik West. Memakai busana kuning dengan rambut gaya mohawk-nya yang berwarna ungu, Nik West membuat waktu begitu cepat berlalu dengan membawakan lagu-lagu beralunan musik funk seperti “Bass Groove” dan “Funknroll”.

JJF Day 2 - 02.jpg

Semakin ramai di hari kedua, panggung-panggung JJFdiisi oleh artis yang banyak ditunggu seperti Goodluck Heiwa, Sergio Mendez, Incognito, dan The Chic Correa, pianis jazz ternama asal Amerika Serikat. Walau bertemakan musik jazz, banyak juga musisi lintas genre yang hadir seperti Gugun Blues Shelter dengan musik rock dan bluesnya, 90’s Hip Hop All Stars, serta hentakan beat asik musik EDM dari soundwave yang tampil on fire.

Memasuki hari terakhir, JJF dibuka oleh kolaborasi apik band lokal Barasuara dengan Ron King Horn Section yang merupakan pecahan dari Ron King Big Band. Kemeriahan berlanjut dengan penampilan Glenn Freddly yang membuat ribuan penonton mendadak romantis terhanyut oleh lagu “How Can I”, “Kau”, “Sekali Ini Saja”, dan “Kisah Romantis”.

Usai Glenn Fredly tampil, penonton tak lantas meninggalkan BNI Stage, justru bertambah dipadati pengunjung lain yang berdatanganan untuk menunggu penyanyi berdarah Afrika-Amerika Ne-Yo. Tampil menyanyikan 20 lagu hitsnya tanpa jeda, seperti “Let’s Go”, “Nobody”, “Let Me Love You”, “So Sick”, hingga “Miss Independent” membuat penonton tak henti bernyanyi dan bergoyang mengikuti irama.

Hari ketiga ini memang dipenuhi bintang-bintang, seperti Elliot Yamin, jebolan American Idol season 5, Cyrille Aimée, Ras Muhamad, Armand Maulana, Monita Tahalea, dan ditutup sempurna oleh musisi legenda Indonesia, Iwan Fals. Ini merupakan kali pertama Iwan Fals tampil di JJF. Dengan sedikit aransemen, lagu-lagu seperti “Yang Terlupakan”, “Ijinkan Aku”, dan “Asik Nggak Asik” terdengar lebih jazzy.

Line Up yang tidak sevariatif tahun lalu serta tidak adanya special show pada Jakarta International BNI Java Jazz Festival tahun ini, tidak berpengaruh pada antusiatas para penonton yang hadir untuk tetap datang dan menyaksikan acara musik bergengsi ini. 

 

Teks oleh: Chika Putri

Foto oleh : Hafiyyan Faza dan Sancoyo Purnomo