[REVIEW] NORTHBLAST FESTIVAL 2016

Northblast Festival, Wadah Baru Untuk Pencinta Musik Metal di Medan

Lapangan Pekan Raya Sumatera Utara, Medan.

Perdana digelar di Medan, Medan Northblast 2016 sukses menyedot ribuan penggemar musik keras di Medan memenuhi Lapangan Pekan Raya Sumatera Utara Jalan Gatot Subroto Medan, Sabtu (27/8). Festival yang sebelumnya bernama Sonic Fair ini, tahun 2016 resmi berganti nama menjadi Medan Northblast dan akan menjadi agenda rutin tahunan di Medan. Hal ini sesuai yang dikatakan David, perwakilan promotor Revision Live pada konferensi pers yang dilaksanakan sehari sebelumnya bersama Suicide Silence, Fleshgod Apocalypse, dan SPR band rock asal Medan.

Acara yang sudah digelar sejak pukul 11.00 WIB ini, menampilkan band – band beraliran rock hingga metal. Dead Myth tampil sebagai pembuka acara menandai dimulai festival musik keras terbesar di Sumatera. Tampil dengan durasi setengah jam, Dead Myth sukses menggebrak panggung.

Dilanjutkan dengan penampilan Stand Up Please, band rock asal Medan ini cukup menjanjikan. Perlahan, crowd mulai memenuhi venue dan ikut bergoyang sambil menikmati penampilan Stand Up Please. Relix, menyambung estafet Medan Northblast 2016. Dengan durasi setengah jam, Relix tampil maksimal menghibur pencinta musik di Medan.

Jimjack dan Killa The Phia secara bergantian menghajar panggung Medan Northblast yang memang sudah dipersiapkan untuk memenuhi hasrat bermusik kota Medan. Panggung yang besar, tata suara, seakan tak mau kalah. Menurut David, panitia telah menyiapkan sound system terbaik yang mampu memberi pengalaman musik berbeda di Medan Northblast. “Kita siapkan sekitar 60.000 watt untuk mendukung tata suara maksimal di Medan Northblast,” ujar David.

Vintage Glasses, band Stoner Rock asal Medan ini mencuri perhatian. Single – single seperti Black Eyes and Fears hingga Reckless mereka bawakan. Kemudian ada Raung, band rock yang juga asal Medan semakin membuat suasana memanas. Gebukan drum penuh tenaga, suara gitar yang meraung, dan vokal yang prima, tak bisa menahan masa untuk tak bergoyang.

SPR, band rock punk yang sudah melegenda di Medan turut meramaikan Medan Northblast 2016. Roni, vokalis SPR mengatakan, awanya SPR tidak ingin tampil. Namun, karena menurutnya Medan Northblast akan menjadi salah satu pergerakan musik terbesar di Medan, maka akhirnya SPR memutuskan tampil. Hal ini disambut gembira oleh para pecinta musik di Medan yang cukup menunggu penampilan SPR.

Memasuki sore hari, Cranium band death metal asal Medan tak memberi jeda di gelaran Medan Northblast. Band yang mengusung genre death metal ini, termasuk band yang sudah melegenda di dunia permusikan Indonesia khususnya di Medan. Tampil beringas, para pecinta musik di Medan seakan tak kehilangan energi untuk melihat penampilan Cranium.

Setelah Cranium, Fingerprint pun langsung menghajar panggung Medan Northblast. Band Hardcore asal Medan ini adalah band rock asal Medan terakhir yang tampil di Medan Northblast. Walaupun tampil di sore hari, tak berarti mengurangi energi untuk tampil secara maksimal. Fingerprint menghajar panggung dengan ganas.

Revenge The Fate, band asal Bandung melanjutkan perhelatan Medan Northblast. Para penonton yang sudah menunggu, kembali merapatkan barisan ke depan panggung. Rocket Rockers kemudian menggempur panggung dengan lagu – lagu seperti Ingin Hilang Ingatan, Akhir Cerita dan Ingin Jadi Sarjana yang membuat venue semakin bergemuruh. Rocket Rockers tampil hingga mentari mulai terbenam di ufuk barat, dan acara memasuki break magrib.

Mentari perlahan turun, malu – malu dan akhirnya terbenam di ujung barat sana. Angin malam mulai terasa disusul langit berubah menjadi gelap. Usai break magrib, tepat pada pukul 19.00 WIB, satu persatu personil dari Fleshgod Apocalypse mulai masuk ke area panggung. Melihat itu, para penonton yang tadinya duduk selonjoran, sontak langsung berdiri sambil berteriak. Fleshgod Apocalypse malam itu cukup ditunggu. Tampil dengan mengenakan pakaian jubah, Fleshgod Apocalypse memainkan musik - musik death metal dengan tempo cepat, disusul suara gitar yang berdistorsi, ditambah dengan alunan keyboad seperti simfoni dengan tinggi. Suara bernada sopran, semakin menambah aura kegelapan yang diberikan Fleshgod Apocalypse. “Horas Medan. Are you ready?” ucap vokalis Fleshgod Apocalypse membuka penampilan. Lagu – lagu berjudul Marche Royale, In Aeternum, Gravity hingga The Forsaking mereka bawakan malam itu. Total sepuluh lagu yang dibawakan Fleshgod Apocalypse dalam gelaran acara Medan Northblast 2016.

Venue semakin memadat. Bendera Slank mulai berkibar di sudut – sudut lapangan PRSU. Slankers mulai mengambil tempat, memadat, merapatkan sembari mengibarkan benderanya menyambut penampilan sang idola. Akhirnya yang ditunggu – tunggu muncul. Slank menggebrak Medan Northblast langsung dengan lagu – lagu rocknya. Malam itu setlist Slank tak biasa, tak seperti pada penampilan – penampilan lainnya. Lagu – lagu Slank yang bernuansa rock dari album – album terdahulu dan terbaru digeber memuaskan hasrat para Slankers. Walaupun penampilan Slank tidak diperkuat Abdee, tak membuat musik Slank menjadi pincang. Mereka tetap bermain keras, petikan gitar Ridho dan betotan Bass Ivan, gebukan drum dari Bimbim, dan suara kaka tetap mampu memberikan musik Slank yang maksimal.

Kehilangan vokalis utama, Mitch Lucker, bukan berarti Suicide Silence tampil berbeda dengan vokalis mereka yang baru, Eddie Harmida. Suicide Silence malam itu tak tampil silence, mereka tampil menggemparkan, keras, suara gitar prima, serta nada tinggi Eddie Harmida membuat crowd tak bisa diam. Seakan tak bisa diam, crowd tak pernah berhenti bergerak, selalu bergoyang mengikuti komando Eddie dari atas panggung. Band death core asal Amerika Serikat ini tetap tampil layaknya Suicide Silence. “Ada atau tidak adanya Mitch, Suicide Silence akan tetap menjadi Suicide Silence. Tak ada yang berubah,” ujar Alex Lopez, penggebuk drum Suicide Silence. Selama satu jam penuh mereka menghajar panggung Medan Northblast 2016.

Band rock asal Bandung, The SIGIT kemudian mengambil posisi. Tanpa berlama – lama, lagu berjudul Detourn kemudian membuka penampilan mereka. “Selamat malam Medan,” sapa Rekti dari atas panggung. Insurgent Army Medan, sebutan fans The SIGIT, menyapa sembari berteriak. “Akhirnya tampil juga The SIGIT,” ujar Ridho salah satu penonton yang sudah menunggu The SIGIT sejak sore tadi. Single – single seperti Tired Eyes, Allright, dan lainnya berhasil menghapus rindu Insurgent Army Medan.

Hari semakin malam. Tak lagi diperkuat Abah Andris yang resmi mengundurkan diri dari posisi drummer Burgerkill beberapa waktu lalu, Burgerkill tampil prima dengan formasi baru di Medan Northblast 2016. Vicky pun langsung menggebrak panggung. Burgerkill yang tampil dengan pakaian serba hitam ini, tak menyia-nyiakan kesempatan setelah didaulat menjadi band penutup dalam gelaran Medan Northblast 2016. Berbagai hits seperti Penjara Batin dan lainnya mereka mainkan di depan para Begundal (Sebutan fans Burgerkill), Medan. Begundal pun merespon cepat. Mereka tak ingin aliran energi yang ada malam itu hilang ditiup angin malam begitu saja. Tepat pukul 12.00 WIB, Burgerkill mengakhiri pertunjukan Medan Northblast 2016 Medan. “Sampai jumpa lagi Medan,” ujar Vicky dan kemudian menghilang dari panggung.

 

Teks Oleh : Irfan Maulana

Foto Oleh: Irfan Maulana, M.Ikhsan, dan Ferdian Erman