[REVIEW] PRAMBANAN JAZZ 2016

Menikmati Indahnya Candi Bersama Alunan Musik Jazz

Candi Prambanan, Yogyakarta.

Sore itu (Minggu, 20/8), Plataran Candi Prambanan nampak lebih ramai dari biasanya. Acara Prambanan Jazz 2016 siap untuk segera digelar. Walau dimulai agak sedikit terlambat dari jadwal yang sudah terpublikasi, Prambanan Jazz dibuka oleh penampilan Everyday di panggung Wisnu. Nampak belum ramai penonton yang hadir pada sore itu. 

Selang tiga puluh menit setelah penampilan Everyday, kini giliran Dinno Alshan untuk unjuk gigi. Pria yang juga dikenal sebagai penulis lagu ini tampil selama kurang lebih tiga puluh menit menghibur penonton yang tidak hanya berasal dari daerah Jogja.

Penampilan selanjutnya berlanjut pada Marcell Siahaan, penyayi tembang hits "Firasat" tersebut tidak banyak berinteraksi namun tetap tampil memukau. Tidak kalah memukau, Rio Febrian, Shaggy Dog, serta Trio Lestari memberikan sajian musik yang patut untuk diacungi jempol. Penampilan Trio Lestari sekaligus menutup stage Wisnu dan rangkaian penampilan akan berlangsung pada stage special show. 

Terlihat antrian yang cukup panjang ketiga mengarah pada stage special show. Rick Price menjadi pembuka dari panggung tersebut. Semua penonton yang hadir bak diajak bernostalgia massal olehnya.

Salah satu penampilan yang paling ditunggu di Prambanan Jazz, Boyz II Men akhirnya naik ke atas panggung. Setelah sempat tampil di Surabaya dan Bandung sebelumnya, tidak membuat Boyz II Men nampak lelah. Penonton serasa histeris saat mereka membawakan lagu andalannya sepertin "End of The Road", dan "Hard to Say Goodbye". Walau masih menggunakan format minus one, nampaknya penampilan mereka puaskan penonton yang hadir.

"Penampilan Boyz II Men sangat indah." ungkap Reza Ardianto salah satu penonton Prambanan Jazz yang datang dari Jakarta.

Boyz II Men menutup penampilan mereka dengan sangat elegan. Sebelumnnya, mereka juga sempat membagikan bunga mawar kepada para penonton yang hadir. Tersisa satu penampilan terakhir sebelum hari pertama Prambanan Jazz 2016 usai yaitu Dr. & The Professor yang berkolaborasi bersama Sruti. Walaupun perlahan penonton meninggalkan area venue, penampilan mereka tetap maksimal.

Hari kedua Prambanan Jazz 2016 disambut dengan cuaca yang begitu cerah. Hari itu (Minggu 21/8) diperkirakan akan lebih banyak penonton yang hadir dikarenakan banyak penampilan musisi dalam negeri yang begitu mernarik seperti Yura Yunita, Tulus, Raisa, Glenn Fredly, dan lainnya.

Penampilan pertama pada hari kedua Prambanan Jazz 2016 dibuka oleh MLD Jazz Project. Belum begitu banyak penonton yang hadir namun MLD Jazz Project tetap memberikan penampilan mereka yang terbaik. 

Usai penampilan dari MLD Jazz Project, kini Yura Yunita mengambil alih panggung. Penyanyi muda tersebut berhasil membuat para penonton yang hadir dibuatnya terpukau. Bagaimana tidak? Penampilannya yang santai serta suara indahnya menambah kehangatan sore itu.

Band asal Bandung, Mocca juga turut andil dalam meramaikan Prambanan Jazz 2016 hari kedua. Mocca melantunkan lagu-lagunya tepat menjelang waktu matahari terbenam, menjadikannya sangat indah untuk dilihat dan dinikmati. 

Setelah sempat break, pertunjukkan kini diambil oleh penyanyi cantik Raisa. Raisa yang mengenakan blouse batik tersebut menjadi pembicaraan hangat malam itu. Walau tampil tanpa Afgan, Raisa tetap membawakan hits nya yang berjudul "Percayalah". Setelah tampil empat puluh lima menit lamanya kini giliran Tulus untuk tampil. Pria yang baru saja merilis album ketiganya yang bertajuk "Monokrom" tersebut sempat berbagi kebahagiaan diatas panggung dengan bercerita bahwa ia sempat mendapat kejutan ulang tahun dari para penggemarnya di Jogja. 

Usainya penampilan Tulus menandakan bahwa akan segera berlanjutnya acara di stage special show. Glenn Fredly menjadi musisi pembuka pada stage tersebut. Membawakan sejumlah lagu yang sudah cukup melekat di hati para penonton membuat para penonton turut bernyanyi bersamanya.

Salah satu penampilan yang tidak kalah menarik adalah penampilan Krakatau Reunion. Penonton yang tidak hanya dari kalangan muda, bernyanyi bersama seraya bernostalgia. Telah menghibur selama satu jam, kini giliran Kahitna. Penonton yang sedari tadi konsisten menikmati pertunjukkan menuju larut malam tetap berdiri di tempat. Mereka seraya tidak mau meninggalkan area venue dan memilih untuk tetap menikmati pertunjukkan Kahitna walau besoknya adalah hari Senin. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pertunjukkan terbuka, alam, dan musik yang bagus merupakan sebuah kebutuhan masyarakat Indonesia yang diperlukan dikala rutinitas kerja yang terkadang membosankan.

 

Teks oleh: Ariq Thufail S.

Foto oleh: Ariq Thufail S. dan Dzulyan Alwi.