[REVIEW] INDIHOME BOYZ II MEN INDONESIA TOUR 2016 - BANDUNG

Malam Hangat Penuh Cinta Diiringi Acapella

The Venue Concert Hall, Eldorado, Bandung.

Setelah tahun 2007 dan 2012, tahun ini menjadi kali ketiga grup R&B asal Philadelphia, Pennsylvania, Boyz II Men mengadakan konser di Indonesia. Tidak hanya satu kota, tetapi tiga kota di Indonesia yaitu, Surabaya, Bandung dan terakhir Jogjakarta. Diusung dalam konser yang bertajuk “IndiHome Boyz II Men Indonesian Tour” bersama Rajawali Indonesia Communication dan juga Indi Home. Boyz II Men yang terkenal di era 90-an ini beraksi di depan ragam penggemarnya mulai pukul 20.00 WIB di Eldorado, Bandung, Kamis (18/8).

Trio yang beranggotakan bariton Nathan Morris, tenor Wanya Morris juga Shawn Stockman ini mengonsepkan sesuatu yang berbeda. Di tahun 2012, panggung mereka bercampur dengan para pemain orkestra. Namun, malam itu cukup mereka bertiga saja yang menjadi raja. Tanpa orkestra dan pemain band layaknya konser umumnya, menggunakan minus one salah satu hal yang menarik dalam konser mereka.

Satu jam sudah penonton memenuhi Eldorado sembari tak sabar menunggu. Lebih dari 2500 orang dengan beberapa kelas yang disediakan diantaranya diamond, platinum, gold dan festival. Ada kejadian yang cukup membuat panas sebelum konser dimulai. Tiba-tiba saja hingar-bingar penonton berlarian menuju kursi yang berada paling depan. Adapula yang histeris. Pembatas merah yang menjadi batas antar kelas memang dibukakan secara sengaja oleh penjaga keamanan. Pasalnya, kondisi tempat duduk paling depan yang hanya diduduki beberapa saja mempengaruhi mood dari Boyz II Men sendiri menurut salah satu panitia dari konser Boyz II Men. Tetapi, konser tetap berjalan dengan aman juga sorak-sorak penonton saat lampu dimatikan, pertanda 3 pria berkulit hitam ini sebentar lagi memimpin pertunjukkan.

Kompak memakai pakaian yang serba putih, menjadikan mereka sorotan utama malam itu. Shawn sempat melambaikan tangan untuk menyapa penonton setianya. Disambung dengan ‘On Bended Knees’ yang sontak diawali teriakan penonton kemudian bernyanyi bersama. Suasana yang tercipta begitu romantis.

Shawn yang tak memakai topi sepeti dua rekannya, mulai memperkenalkan satu persatu. Bermulai dari Wanya Morris dengan sebutan best singer olehnya. Lalu, giliran Wanya Morris memanggil saudara kandungnya, “Mr. Nathan Morris”, ujar Wanya bersuara gagah. Dilanjut, Shawn yang diperkenalkan oleh Wanya. Lalu, mereka bergerak ke belakang untuk mengambil kursi sembari menyenandungkan tembang ‘4 Seasons Of Loneliness’ dalam album “Evoution” di tahun 1997. Terhanyut dalam suara mereka, terlihat penonton bernyanyi bait demi bait sembari menggerakkan kanan-kiri badannya.

Lampu oranye menyoroti tirai panjang berwarna coklat disekitar panggung, menambah indah malam pertunjukkan Boyz II Men. Shawn yang ingin menambah memoar indah dalam benak penggemarnya, mengajak untuk menjetikkan jari ke atas dan kebawah. Sembari intro dari lagu ‘Water Runs Dry’ berputar, “Anda tahu ini lagu apa? Mari kita bernyanyi!” ujar Shawn mengajak penonton. Tidak hanya bernyanyi lalu diam di tempat, Shawn dan dua Morris menari dengan melangkahkan kaki ke kanan-kiri disertai gerakan kepala yang sama arahnya.

Dilanjut dengan lagu ‘I’ll Make Love To You’, sesi yang menyenangkan bagi kaum perempuan. Shawn, Nathan dan Wanyan Morris masing-masing membawa setumpuk tangkai mawar merah yang sengaja dibagikan. Ada yang berlari menuju depan panggung hanya untuk mendapatkan bunga istimewa langsung dari idola mereka, bertatap muka secara dekat maupun berjabat tangan yang hanya persekian detik. Wajah mereka begitu bahagia ditambah harmoni dari acapella suara Boyz II Men.

Nathan Morris malam itu memakai topi sambil memimpin lagu dengan bariton yang merdu. Hits di tahunnya, lagu ‘A Song For Mama’ ternyata tak dilupakan oleh generasi muda mereka. Eldorado seakan bergema dengan suara ribuan penonton yang bernyanyi penuh hati untuk mama mereka. Boyz II Men benar-benar sukses mendalami lagu ini.

Selama 60 menit mereka sudah tampil sangat istimewa dengan memanjakan dan menghibur penontonnya. Membawakan lebih dari 10 lagu, Boyz II Men yang sempat mewarnai tangga lagu dalam chart Billboard ini mengucapkan terima kasih kepada semua penontonnya malam itu. Lampu warna hijau dikolaborasi tembang ‘End Of The Road’ juga ‘Motownphilly’ seakan menjadi penghabisan energi terakhir para Boyz II Men.

Konser berakhir tepat pukul 21.00 WIB. Lampu secara serentak dinyalakan. Terlihat wajah-wajah mereka, baik yang sudah berumur maupun muda begitu tak menyangka idolanya menyudahi pertunjukkan. Ada yang masih berfoto bersama-sama di depan panggung dengan memasang wajah bahagianya.

Terdengar musik yang sengaja diputar berjudul ‘One Sweet Day’, lagu ini hasil dari kolaborasi antara Boyz II Men bersama Mariah Carey ditahun 1995. Bukannya bergerak pulang, tetapi mereka malah bernyanyi bersama didalam gedung. “Hiburan banget buat kita-kita yang seneng lagu-lagu everlasting love song kaya gini jadi ajang nostalgia,” ungkap Vitrie Ariamitha salah satu penonton yang hadir ini dengan sumringah. 

 

Teks oleh: Cynthia Novianti

Foto oleh: Saska Paloma Gladina