[REVIEW] MAGNITUDE HAMMERSONIC 2016

Panas Terik Maupun Hujan Tidak Halangi Para Metalhead Berpesta

Eco Convention, Ancol, Jakarta

Magnitude Hammersonic 2016 telah resmi diselenggarakan pada hari Sabtu (16/04) dan Minggu ( 17/04) yang lalu. Pagelaran musik metal yang dibagi menjadi Magnitude Hammersonic 2016 “The Convention” dan acara utama Magnitude Hammersonic “The Festival” 2016 tersebut ramai dikunjungi oleh metalhead Indonesia dari berbagai macam kota, seperti Cirebon, Bandung, Solo, dan beberapa daerah lainnya diluar dari pulau Jawa.  Magnitude Hammersonic 2016 “The Convention” merupakan rangkaian festival yang baru pertama kali diadakan pada tahun ini, dimana konferensi tersebut berisi rangkaian acara penghargaan dari pihak Hammersonic, acara temu bersama label rekaman musik metal, dan lainnya.

Magnitude Hammersonic 2016 “The Convention” disambut baik oleh para pelaku seni yang bergerak dalam industri tersebut. Sejumlah nominasi seperti Dangerous New Band, Breakthrough, Best Live Band, Soul of Steel Awards, Album of The Year, Inspirational, Most Dedicated Person, Hammersonic Award, Metal Icon Award, Lifetime Achievement Award, dan yang paling ditunggu adalah The Hammersonic Award. Beberapa band metal ternama bersaing untuk mendapatkan The Hammersonic Award, namun yang beruntung adalah band asal Bandung, Burgerkill yang berhasil mendapatkannya. Tidak hanya acara penyerahan award, ada juga sesi meet and greet, meet the agency, meet the label, dan stand up comedy dari Soleh Solihun, serta beberapa penampilan dari Blind To See, Dead Vertical, Divine, Edane, Hypochondria, Jasad, Koil, Noxa, Petaka, Power Punk, Progpaganda, Savor of Filth, dan Revenge The Fate.

Usai dengan rangkaian kegiatan di The Convention, keesokan harinya metalhead yang semakin bertambah banyak jumlahnya sudah mulai terlihat memadati Eco Convention Ancol sejak pagi hari untuk menunggu dimulainya Magnitude Hammersonic 2016 “The Festival”. Dibagi menjadi empat panggung yaitu Hammer stage, Sonic Stage, Soul of Steel stage dan Extreme Moshpit Stage, penampilan pertama dibuka oleh band Engorging di panggung Hammer.

Pertunjukkan berlangsung cukup meriah dan lancar hingga menjelang break maghrib. Cuaca yang seketika mendung memaksa para metalhead melipir untuk berteduh dan acarapun terpaksa ditunda selama kurang lebih tiga jam dari jadwal yang diperkirakan. Sebelumnya, pertunjukkan di panggung Soul of Steel juga sempat tertunda. Burgerkill yang dijadwalkan naik ke atas pangung pada pukul 17:00, baru mulai tampil pada pukul 19:00 WIB.

Setelah dirasa cuaca cukup memungkinkan untuk melanjutkan acara, Walls of Jericho tampil tepat sekitar pukul 21:00 WIB. Nampak terlihat para musisi yang tampil memotong waktu penampilan mereka demi berjalannya acara sesuai dengan waktu yang disepakati oleh pihak penyelenggaran dengan pihak pengelola tempat.

Setelah Walls of Jericho, kini giliran Leaves’ Eyes yang tampil di panggung Sonic. Nampak ada yang berbeda dari penampilan perdana Leaves’ Eyes di Jakarta ini. Penyanyi wanita yang biasa tampil dalam grup musik asal Norwegia ini bukanlah Liv Kristine, melainkan Elina Siirala penyanyi asal Inggris. Namun hal tersebut tidak membuat metalhead kecewa, dan tetap semangat bernyanyi bersama di tengah rintik hujan yang mulai reda.

Selesai dengan penampilan Leaves’ Eyes, metalhead pun kembali ke panggung Hammer untuk menyaksikan penampilan Gorgoroth. Kurang lebih 45 menit metalhead di hibur oleh Gorgoroth, dan seakan tidak memberi jeda untuk metalhead istirahat, pertunjukkan kembali dilanjutkan di panggung Sonic dengan menampilkan band asal Texas, Drowning Pool. Ada yang berbeda ketika panggung Hammer yang terlihat sepi apabila sedang ada pertunjukkan berlangsung di panggung Sonic, justru keramaian lebih padat di panggung Hammer. Metalhead penggemar Asking Alexandria telah berkumpul untuk menonton idola mereka dari dekat.

Asking Alexandria menghibur para penggemarnya atau yang biasa disebut AAFamily dengan lagu I Won’t Give In sebagai pembuka pertunjukan perdana mereka di Indonesia. Sembari melakukan promosi untuk album terbarunya yang berjudul The Black, Asking Alexandria mengajak metalhead Indonesia untuk berinteraksi dengan membuat circle pit dan lainnya. Dihibur selama 60 menit, Asking Alexandria menutup penampilannya di Magnitude Hammersonic 2016 dengan lagu The Final Episode.

Tersisa dua penampilan terakhir setelah Asking Alexandria yaitu Angra dan Suffocation. Kedua band metal tersebut sangat di nantikan pula oleh metalhead yang hadir, hal itu terbukti ketika acara yang berlangsung melebihi pukul 00:00 WIB masih ramai hingga pertunjukkan benar-benar usai. Perubahan tempat Magnitude Hammersonic 2016 memang dirasa lebih baik karena dapat menampung metalhead yang hadir lebih banyak, namun nampaknya pihak promotor harus lebih memerhatikan kondisi tempat dan sarana berteduh ketika cuaca dirasa kurang bersahabat.

Teks oleh : Melina Anggraini

Foto oleh: Sancoyo Purnomo