[REVIEW] We The Fest 2015 Live in Jakarta

KEMERIAHAN PESTA SENI DAN KULTUR MUSIM PANAS JILID DUA

Parkir Timur Senayan, Jakarta

Ismaya Live, penggagas produk-produk acara musik tematis, sukses menghadirkan festival musim panas keduanya di Jakarta. Walau secara harafiah benar-benar panas, We The Fest 2015 tetap menjadi pusat perhatian penonton.

JakCo-0274.JPG

Seperti tahun sebelumnya, We The Fest tahun ini juga masih disenjatai 3 panggung—Clown Chella, Banana Palooza dan Art-plugged—yang terletak agak berjauhan dengan komposisi musisi nama besar dan yang sedang berkembang. We The Fest, Minggu (9/8) kemarin juga masih menampilkan sejumlah grup musik lokal seperti Elephant Kind, L’alphalpha, Danilla, Scaller yang masing-masing mengisi panggung Art-plugged dan Banana Palooza. Untuk skala yang lebih besar, Neonomora dan Teza Sumendra menjadi penghias panggung Clown Chella yang berukuran lebih besar pula.

Batalnya Passion Pit karena satu dan lain hal ternyata tidak menyurutkan minat penonton yang datang. Didominasi anak-anak muda dengan kostum musim panas, mereka tampak menikmati setiap musisi yang tampil di panggung yang letaknya cukup berjauhan.

Seperti contoh ketika Teza Sumendra naik pentas sekitar pukul 15.00. Walau matahari begitu menembak, toh mereka tetap asyik ikut nyanyi bersama. Bahkan Teza sempat mengabulkan permintaan penonton yang ingin lagu “I Want You, Love” dimainkan. Begitu pula ketika giliran Neonomora membuka set dengan “Fight”, panggung utama dalam hitungan detik sudah padat hingga dekat FOH.

Kejelian Ismaya Live untuk menyeimbangkan porsi musik yang ditampilkan juga patut diacungi jempol. Penonton lebih belia disuguhkan aksi grup indie pop asal California, Echosmith. Empat bersaudara yang 2 tahun lalu merilis ‘Talking Dreams’ ini begitu bersemangat dalam membawakan “Come Together”, “Tell Her You Love Her”, dan ditutup dengan “Cool Kids”.

Untuk penyuka musik electronic mereka dipuaskan dengan aksi Flight Facilities dan Madeon. Ada kejadian menarik dari Flight Facilities di acara Sunny Side Up Tropical Festival masih dari Ismaya Live, di mana mereka berkicau di twitter kalau mereka ingin pinjam synthesizer, keyboard, atau midi.

Yang cukup mengejutkan adalah Jessie Ware ternyata memiliki penggemar yang tidak sedikit. Membawakan alunan R&B, tiap lagu yang dimainkan macam “Still Love Me”, “Want Your Feeling” sontak mengundang penonton berjoget. Atau lagu seperti “You & I (Forever)”, “Champagne Kisses” yang lebih santai memancing penonton berperilaku kontradiktif, yakni bernyanyi bersama.

Selain Jessie Ware, Kimbra juga apik di atas panggung. Walau malam semakin larut, Kimbra seakan melupakan kenyataan bahwa esok adalah hari di mana mereka kembali bekerja. Tembang-tembang seperti “90s Music”, “Settle Down”, dan “Come Into My Head” adalah puncak kehebohan penyanyi asal New Zealand ini.

Selain diisi dengan konser musik, festival tahunan ini juga menampilkan hal-hal menyenangkan lainnya seperti bungee bounce, gerai makanan dan minuman beragam, gerai merchandise, dan orang berpakaian badut yang bisa menjadi partner foto atau selfie.

 

Text oleh: Leonardus Rahadimas W.

Foto oleh: Sancoyo Purnomo