[REVIEW] Japan Night Festival Live In Jakarta

TOKYO SKA PARADISE ORCHESTRA, ALEXANDROS, DAN VAMPS WAKILI TAHUN PERTAMA JAPAN NIGHT

 

The Kasablanka Main Hall, Mall Kota Kasablanka, Jakarta

Mal Kota Kasablanka mendadak membludak pada libur panjang. Bukan dikarenakan orang-orang akan berbelanja, melanikan oleh para penonton yang ingin menyaksikan festival mini musik Jepang di acara Japan Night. Sebuah acara musik yang menyuguhkan penampilan musisi-musisi Jepang dari berbagai aliran musik.

Acara Japan Night ini pertama kali diselenggarakan di Jepang pada tahun 2014. Melihat kesuksesan acara tersebut maka komite Japan Night memboyong acara ini ke luar negeri dengan misi memperkenalkan ragam aliran musik khas Negeri Sakura ke seluruh dunia. Dan Marygops Studios sebagai pihak panitia, membawa gelaran ini menjadi yang pertama di Indonesia sekaligus tujuan pertama tur Japan Night.

Konser Sabtu (4/4) lalu dibuka dengan meriah oleh Tokyo Ska Paradise Orchestra, sebuah unit ska dengan jumlah 10 personel. Tokyo Ska Paradise Orchestra berhasil membuat suasana seisi ruangan begitu meriah. Tampil enerjik dengan setelan rapi, mereka mengajak para penonton untuk bergoyang. Walaupun tanpa adanya pengisi vokal, penonton tetap menikmati musik yang mereka bawakan.

Di satu kesempatan Tokyo Ska Paradise Orchestra membawakan lagu “The Blower’s Daughter” milik Damien Rice dengan versi mereka sendiri. Penonton seakan semakin larut dalam dentuman dan hentakan NARGO dkk. Sayang penampilan unit asli kota Tokyo ini diakhiri tanpa encore. Teriakan riuh khas penonton pun menjadi angin lalu.

ALEXANDROS menjadi penampil berikutnya yang ditunjuk oleh panitia. Unit yang terdiri dari Yoohei Kawakami (vokal), Masaki Shirai (gitar), Hiroyuki Isobe (bass), dan Satoyasu Shomura pada (drum). Dibekali sejumlah lagu, mereka membuka aksinya dengan lagu “Free for Freedom” yang disambung teriakan dan tepukan tangan penonton.

Yohei Kawakami dalam interaksinya mengatakan bahwa dirinya mencintai Indonesia meskipun banyak yang tahu. Dan mereka percaya suatu saat orang-orang semua akan menaruh perhatian pada mereka dan kemudian berjanji akan kembali lagi.

Konser akhirnya sampai di titik puncak sekaligus penghujung acara diikuti oleh penampilan Vamps yang begitu dinanti. Dimotori oleh Hyde dan K.A.Z, unit yang bernafaskan musik rock ini tampil sangat maksimal. Sayang, tata suara yang tidak bersahabat membuat visual yang memanjakan mata menjadi padanan yang tidak seimbang. Namun penonton yang mayoritas pemuja vokalis L'arc-en-ciel itu seakan tidak mengindahkan poin tersebut. Mereka tetap begitu menikmati setiap alunan lagu yang dibawakan grup yang menutup konsernya dengan lagu “Memories” tersebut.

Text dan foto oleh: Sancoyo Purnomo