[REVIEW] In Between Days Festival

DENGAN MISI MULIA, FESTIVAL ANYAR INI MEMBAWA OBAT PENAWAR RINDU GENERASI LAWAS

Lapangan D, Senayan, Jakarta

Sabtu (11/3) pecinta musik di Jakarta dimanjakan oleh sebuah festival baru hasil kolaborasi Triple D Entertainment dengan Asia Live Entertainment yang bertajuk In Between Days yang menampilkan This Night, Maliq & D’essentials, Java Jive, All 4 One, Kahitna, Color Me Badd, Sheila Majid, dan DJ Jockie Saputra.

Sesuai rencana, gerbang dibuka pukul 15.00 WIB. Lapangan D Senayan, berhasil diubah seperti area taman yang santai. Penonton yang sudah datang langsung mengambil posisi untuk duduk santai bersama anak, teman atau pasangan mereka sebelum acara dimulai. Stage yang begitu besar tidak menyulitkan penonton untuk menikmati musik dari tempat duduknya tanpa harus mendekat ke panggung.

Acara yang tematis sedikit agak terganggu dengan hujan yang mengguyur area pertunjukkan. Akibatnya penonton harus akrab dengan lumpur yang menempel di sepatu mereka.

"Laid This Nite akan membawakan nostalgia untuk kalian semua," teriak sang vokalis, Simon Marantika menghantarkan penonton pada lagu-lagu bernada Motown dan pop soul tersebut.

Semangat para penampil membuat penonton yang awalnya enggan untuk mendekati panggung karena hujan dan becek, akhirnya melangkahkan kaki mereka mendekati panggung menggunakan payung dan jas hujan demi menonton idola mereka lebih dekat. Terbukti saat Maliq & D’essentials naik ke atas panggung, keadaan panggung yang awalnya sepi mendadak ramai. Suara teriakan mulai terdengar bercampur dengan suara hujan.

Lagu “Dunia Sekitar” dipilih sebagai lagu pembuka. Seperti paham dengan isi hati para khalayak, hujan deras mulai reda ditengah-tengah penampilan Maliq & D’essentials. Penonton yang dari awal sudah tidak bisa menahan diri untuk menyanyi membuat Angga dkk merasa terharu dan mengucapkan rasa terima kasihnya. Lagu “Pilihanku” menutup penampilan mereka setelah sebelumnya mereka membawakan “Terdiam”, “Semesta”, dan “Himalaya”.

Tata suara serta cahaya yang pas mengajak penonton menikmati Java Jive. Grup asuhan Edwin Saleh dan Noey itu mengambil alih dengan “Kau Yang Terindah” disambut respon positif penonton yang rata-rata menginjak usia 30 tahunan. Sambil berinteraksi, Java Jive sempat melempar pertanyaan tentang lagu apa yang akan dimainkan berikutnya

“Dunia malam dekat sekali dengan Java Jive,” ujar Java Jive yang kemudian memilih untuk menyanyikan “Sisa Semalam”. Beberapa kali penonton terkagum-kagum dengan aksi nada tinggi mereka yang begitu luar biasa dibeberapa lagu kendati Fatur (vokal) sudah tidak muda lagi.

Grup lawas yang sedang merayakan hari jadi ke 22 itu akhirnya menutup penampilannya dengan membawakan lagu “Selalu Untuk Selamanya” dan “Gadis Malam”.

Tony Borowiak, Jamie Jones, Alfred Nevarez, Delious Kennedy yang tergabung dalam All-4-One tidak ingin kalah dalam urusan hibur-menghibur. Berdiri didepan mikrofon yang disediakan masing-masing dengan kompak mereka menunjukan koreo.

Koreo yang dilakukan mereka membuat penonton bergairah untuk terus ikut bergoyang, namun sesekali terlihat lucu dan menggemaskan karena begitu kompak dan luwes. Mereka membawakan “Smile Like Monalisa” yang didedikasikan untuk seluruh perempuan yang ada saat itu, “Between Us”, “Keep it Goin, Someday”, dan “She’s Got Skillz” setelah sebelumnya membawakan “So Much In Love” dengan format akapela.

Kahitna yang sempat merajai dunia musik Indonesia di era 90-an menunjukkan kelasnya. Dimotori Yovie Widianto, grup asal Kota Kembang tersebut jelas ingin kendaraan nostalgia selalu pada titik tertinggi. Dengan asupan bahan bakar seperti “Andai Dia Tahu”, “Merenda Kasih”, “Cerita Cinta”, dan “Takkan Terganti” dipasok agar penonton bisa mengenang memori-memori yang pernah dilaluinya hampir satu dasawarsa lalu.

Hingga larut malam Color Me Badd, Sheila Majid dan DJ Jockie Saputra secara bergantian naik panggung. Muda-mudi tahun 90-an benar-benar merasa dimanjakan dan dihapuskan rasa rindunya karena adanya festival baru ini.

Text oleh: Nurul Hardiyanti

Foto oleh: Sancoyo Purnomo