[REVIEW] Java Jazz Festival 2015 Hari Kedua

MENYELARASKAN DUA GENERASI YANG SALING BERSEBRANGAN

 

JIEXPO Kemayoran, Jakarta

Memasuki hari kedua Java Jazz Festival, walau pihak panitia tidak secara gamblang memberikan sajian yang lebih berwarna, tetapi hal tersebut bisa dirasakan sejak menit-menit pertama gerbang pintu masuk dibuka.

Menempatkan Reza Artamevia menjadi salah satu penampil, secara otomatis merapatkan mereka-mereka yang beranjak dewasa di era tahun 90-an untuk memenuhi hall A2 dan A3. Dalam sekejap penonton yang tadinya lebih berjarak antara satu dan lainnya, mendadak sudah tidak menyisakan ruang. Mereka ingin piknik dengan mesin waktu yang dibawa oleh penyanyi 41 tahun itu.

Tampil semangat, pemilik suara serak ini langsung melepas kerinduan penggemarnya dengan tembang “Pertama”,  “Aku Wanita”, dan “Satu yang Tak Bisa Lepas”. Tak sedikit penonton yang datang dengan keluarga lantas menceritakan pengalaman mereka tentang lagu-lagu Reza terhadap putra/putri mereka.  

Kejutan kecil terjadi ketika dua putri Reza, Syahwa dan Alia yang membawa rangkaian bunga ke atas panggung untuk Ibundanya. Sontak mantan istri Alm. Adjie Massaid itu terkejut campur haru.

Mengimbangi generasi yang lebih tua, Rinni Wulandari, kontestan sekaligus pemenang ajang pencarian bakat ikut tampil. Dengan konsep yang lebih enerjik, melompat-lompat tanpa henti,  Rinni yang tampil seksi namun atletis dengan setelan pakaian olahraga serta celana panjang putih memanjakan penonton yang rata-rata berusia muda dengan 10 lagu yang dibawakannya.

Ia mengaku telah mengubah penampilannya yang tadinya sangat pop menjadi lebih RnB. Hal ini berlaku pula pada gaya berpakaian serta aransemen lagu yang dibawakannya. Termasuk lagu andalannya “Oh Baby”.

Generasi paruh baya pun tidak mau kalah, dengan cepat antrian di hall D2 panggung utama mengular. Chris Botti, peniup trompet pemenang penghargaan Grammy kali ini mendapat naik pentas.

Bersama Caroline Campbell pada biola, tiupan terompet Chris Botti seakan bersinerji dengan sayatan nada tinggi biola. Ditambah pengatur tempo Billy Kilson kian melengkapi susunan nada-nada indah yang berakhir pada tepukan ratusan penonton.

Sementara Chris Botti menghibur orang tua, anak-anak muda disuguhkan oleh penampilan Afgan dan Tulus. Bersertifikat penyanyi kelas atas, area tempat mereka bermain pun sangat membludak. Imbasnya, area dalam yang sudah tidak bisa menampung penonton membuat panitia terpaksa menutup akses bagi mereka yang ingin masuk. Hasilnya, protes keras datang dari puluhan penonton yang tidak bisa masuk dan hanya bisa menonton melalui layar yang disediakan di luar area pertunjukkan.

Keluar dari keramaian, ada Danilla, penyanyi muda berbakat yang baru saja melepas klip perdananya “Berdistraksi” yang diambil dari album ‘Telisik’. Tampil anggun dengan setelan serba putih, Danilla membawakan 10 lagu diantaranya: “Junko Furuta”, “Wahai Kau”, “Senja di Ambang Pilu” dan 2 lagu kover “Buddy Holly” milik Weezer yang dimainkan dengan aransemen bossa nova dan ditutup oleh “Take Me Home” punya Sophie Ellis-Bextor.

Keseimbangan dalam memberikan hiburan tak heran menghasilkan ribuan penonton yang memadati komplek JIEXPO. Dengan kuantitas berkali-kali lipat dibanding hari pertama, diharapkan api ini tak akan padam sampai hari terakhir, hari ini.

Foto oleh: Sancoyo Purnomo