[REVIEW] Java Jazz Festival 2015 Hari Pertama

EMPAT PRIA ASAL YOGYAKARTA YANG MENAMAKAN DIRINYA SHEILA ON 7 PALING DIMINATI WALAU HARUS MENUNGGU HINGGA LARUT MALAM



JIEXPO Kemayoran, Jakarta

 

Melanjutkan kiprah manis pagelaran festival jazz terbesar se-Indonesia, tadi malam, gong Java Jazz Festival 2015 resmi dibunyikan. Walau belum terlihat kepadatan yang mengular, toh Java Jazz Festival selalu menjadi magnet tersendiri.

Masih bertempat di JIEXPO Kemayoran seperti tahun-tahun sebelumnya, denah dan peletakan panggung pun tidak berubah. Panggung masih dibagi dalam beberapa lokasi. Lokasi terluar tepat di dekat pintu masuk, hall A1-D2, panggung tengah, dan di lantai 6 gedung JIEXPO sendiri.

Kemeriahan Java Jazz Festival dibuka oleh Farrah Di & Jei Angklung, namun kepadatan baru dirasakan sewaktu trio vokal 3 Diva yang beranggotakan (Krisdayanti, Titi DJ, dan Ruth Sahanaya) naik panggung. Selain menyanyikan lagu milik mereka sendiri, mereka juga sempat membawakan "Jangan Cintai Aku” milik Tulus, dan “Dekat di Hati” punya RAN. Selain suara yang di atas rata-rata, mereka yang menyebut dirinya ibu-ibu tersebut juga pandai melempar guyonan yang mengundang tawa.

Selain 3 Diva, representasi kaum hawa juga ada pada Angel Pieters. Gadis 17 tahun ini ternyata memiliki kualitas suara yang baik. Kendati beberapa masih membawakan lagu kover seperti “American Boy”, “Dejavu”, dan “Got Till’ It’s Gone”, aksi penyanyi jebolan ajang pencarian bakat ini layak mendapat apresiasi.

Semakin malam rombongan penonton mulai merangsek masuk JIEXPO, bisa dimaklumi, karena hari Jumat masih terhitung hari produktif bagi mereka yang bekerja, mereka terpaksa harus menyelesaikan kewajibannya terlebih dahulu.

Ketepatan pihak panitia memberikan jadwal Glenn Fredly, Marcell, Sandhy Sondoro, dan Bams yang tergabung dalam Yamaha Music Project: Tribute to Michael Jackson membuat penonton yang terpaksa datang agak larut bisa tetap menikmati Java Jazz hari pertama.

Dibalut kemeja putih, vest hitam serta kacamata hitam kesayangannya, Sandhy Sondoro menyanyikan “Blame It on Boogie”, disusul “Rock with You” oleh Glenn Fredly, dan Marcell dengan setelan serba putih membawakan “One Day in Your Life”. Di tengah-tengah, salah satu lagu wajib Michael Jackson “Heal the World” dikumandangkan yang disambut baik oleh penonton yang sudah duduk rapi menatap panggung.

Penampilan menarik bagi penonton lawas adalah Potret dan Dian Pramana Poetra. Nama pertama yang tampil dengan formasi lengkap bercerita banyak mengenai kejadian unik dibalik lagu yang dimainkan. Melly Goeslow juga sempat menyindir mereka-mereka yang baru tampil nyentrik ketika ia sudah melakukannya terlebih dahulu. Nama kedua, juga sempat menyanyikan “Sakura” milik Fariz RM dan menampilkan Deddy Dhukun sebagai artis tamu membawakan lagu. “Masih Ada”.

Lewat tengah malam, kepadatan ternyata tidak serta merta mencair. Justru penonton yang mayoritas datang bergerombol menyerbu masuk ke hall A2-A3 untuk menyaksikan Sheila on 7 yang berkolaborasi dengan Ron King Big Band. Selalu menjadi yang paling ditunggu, membuat Duta merasa tersanjung. Bahkan ia senang sekali mengingat sudah pukul 1.00 pagi tetapi penonton masih bersemangat dan ikut bernyanyi “Pejantan Tangguh”, “Itu Aku”, dan “Kisah Klasik untuk Masa Depan” bersama-sama.


Foto oleh: Sancoyo Purnomo