[REVIEW] One Direction Live In Jakarta

TUMPUKAN RINDU MELEDAK RIUH

 

Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta

Tanpa bermaksud mengecilkan gelaran serupa di tempat yang sama, konser One Direction tadi malam menjadi representasi bagaimana keintiman antara artis dan penggemar begitu dekat dan nyata. Hasilnya? Ribuan penonton merangsek masuk Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan bahkan (bisa jadi) lebih ramai dari fungsi utama stadion tersebut.

One Direction adalah boy band leburan Inggris-Irlandia yang merupakan finalis ajang pencari bakat garapan Simon Cowell, The X Factor versi Britania Raya di tahun 2010. Dengan kurun 5 tahun eksistensi mereka di dunia hiburan, bak pukulan telak bagi penggemar One Direction yang akrab disapa directioners. Bagaimana bisa grup semasif One Direction tidak menyisihkan waktu turnya untuk mampir ke Indonesia.

Kendati Jakarta diguyur hujan deras sejak Rabu (25/3) siang, usaha dan tekad keras directioners begitu keras. Bayangkan, sejak siang hari mereka mungkin meninggalkan jadwal sekolah untuk mengantri demi tempat terbaik melihat Harry Styles, Louis Tomlinson, Niall Horan, dan Liam Payne yang sejatinya tinggal selemparan batu saja.

Dengan maksud memberi pemanasan agar udara dingin tidak begitu menusuk, Ismaya Live—yang berperan menjadi pihak panitia—memasukkan nama CDLC, trio DJ lokal untuk membuka konser grup yang terkenal dengan paras-parasnya yang rupawan. Walau hasilnya tidak buruk, terlihat dari antusias para penonton yang menikmati remix yang dibawakan, namun alur yang monoton dan terbaca tampaknya membuat semuanya biasa saja.

Rasa rindu yang menumpuk dan siap meledak harus tertunda sekitar 30 menit dari jadwal. Tahap pengecekan kembali kesiapan panggung ternyata memakan waktu lebih lama. Penonton pun harus puas dengan iklan yang disuguhkan panitia di layar raksasa. Untungnya sesekali mereka memutarkan video klip yang cukup berhasil memancing sing along dan membunuh rasa bosan yang menyelimuti layaknya hujan hari itu.

Walau disenjatai banyak lagu, konser One Direction tidak terasa begitu lama. Durasi basa-basi yang sebentar mungkin jadi salah satu faktornya. Seperti dari lagu pembuka secara berturut-turut “Clouds”, “Steal My Girl”, dan “Little Black Dress” barulah Liam membuka percakapan dengan memuji penonton yang sangat riuh dan ramai. Bagai bom waktu, rasa rindu yang menumpuk itu akhirnya meledak juga.

Dengan bentuk panggung menyerupai huruf “T” memang memanjakan mata directioners yang berdiri di sepanjang runway yang cukup panjang tersebut. Berkali-kali pula Harry mendapat sorakan ketika kamera menyorot wajahnya dengan jelas. Mantan pacar Taylor Swift tersebut memiliki andil tinggi habisnya suara abg-abg yang entah sampai kapan bosan berteriak hingga membuat bising.

Momen mengesankan malam itu ketika Liam, satu-satunya personel yang menggunakan topi, ingin melihat poster yang dibawa oleh penonton. Dengan bantuan kamera dan ditampilkan di layar, ia dengan sabar membaca satu per satu sign yang disorot. Beberapa di antaranya bertuliskan agar mereka kembali lagi ke Indonesia, memasang foto Zayn Malik, dan ada penonton yang lebih cinta One Direction ketimbang junk food.

Banyak momen yang mengejutkan lainnya. Kali ini Harry sekonyong-konyong mengucapkan ulang tahun kepada penonton yang kebetulan berulang tahun. Sekejap, nama Azka—anak beruntung yang dinyanyikan lagu “Happy Birthday”—seakan menjadi musuh penggemar lainnya karena membuat iri hingga (mungkin) naik darah.

Dengan kualitas produksi yang masif dan megah, konser One Direction memang konser kelas wahid. Tak terkecuali dengan pemilihan lagu-lagu yang dibawakan. Tanpa mengesampingkan lagu-lagu lawas di antara lagu-lagu baru, mereka toh tetap enerjik membawakan “One Thing” dan “What Makes You Beautiful” yang adalah dua lagu dari album debut mereka.

Berita tidak mengenakkan perihal Zayn Malik yang terpaksa harus kembali ke Inggris karena masalah kesehatan dan tak bisa melanjutkan On The Road Again Tour 2015 membuat banyak pihak kecewa. Begitu pun Harry dkk yang harus menambal posisi vokal Zayn. Yang lebih eksplisit ketika lagu “Through the Dark”, Liam mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada mereka.

One Direction menutup konser perdananya dengan lagu “Best Song Ever” diikuti oleh riuhnya kembang api yang mengantar mereka turun panggung dengan ribuan ucapan terima kasih kepada penggemarnya di Indonesia. Sekali lagi mereka berjanji akan kembali lagi suatu saat.

Mereka yang menonton merasakan getaran hebat setelah menyaksikan konser. Seperti Nabila, misalnya, salah seorang penggemar One Direction yang merasa sangat puas. “Gue sih puas, meski nggak ada Zayn. Liam oke banget. Terus, gue paling suka kan album pertama, tapi jadi agak gimana gitu tahu album dari album itu nggak banyak dibawain,” ujarnya antusias.

Begitu juga dengan Ellen yang mengamini suksesnya konser kemarin. “Mereka lucu, suka bercanda, dan interaktif. Walau sempat hujan dan macet tapi terbayar dengan keseruan konsernya walau nggak sempurna karena tanpa Zayn.”

Datangnya kabar duka hengkangnya Zayn Malik sesaat setelah konser berakhir adalah hal paling puitis yang pernah ada. Di saat rasa bahagia baru saja digenggam seakan menguap dalam satu kejapan mata.

Text oleh: Leonardus Rahadimas W.

Foto oleh: Adhie Satya/Sancoyo Purnomo