[REVIEW] Konser Depapepe di Jakarta

MENEMUKAN KEBAHAGIAAN DARI KESEDERHANAAN DUO JEPANG

 

Upper Room Annex Building, Jakarta

KISS menjadi tema tour Depapepe kali ini, tema ini diambil dari judul album terakhir mereka yang dirilis di bulan Agustus 2014 yang lalu. Setelah 2 tahun yang lalu tampil di festival jazz ternama di bilangan Depok, kali ini Depapepe tampil kembali dengan nuansa baru di Upper Room Annex Building yang diselenggarakan oleh Marygops Studios.

Dengan konsep yang cukup sederhana, pihak Marygops Studios menyediakan kursi di dalam venue yang ditata rapi agar para penonton bisa menikmati lantunan gitar Depapepe dengan lebih santai, dan hal ini pun menuai banyak pujian dari para penonton karena mereka merasa lebih nyaman menikmati alunan musik instrumental a la Depapepe.

Pukul 20.15 Depapepe naik keatas panggung dibuka dengan suara organ dari Yasuhiro Nozaki dan perkusi dari Yusuke Nochi sebagai anggota pendukung, Takuya Miura dan Yoshinari Tokuoka langsung menuju ke tengah panggung dan mengambil gitar mereka dan membuka set mereka dengan lagu “Life Is A Journey” dan disambung dengan “UNION”.

Sepanjang konser hanya Miura yang paling aktif berinteraksi dengan para penonton, dengan mencampur bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang Miura mencoba untuk mengekspresikan kegembiraannya karena bisa kembali hadir menghibur para penggemarnya di Indonesia. Miura juga dibekali oleh secarik kertas yang sudah berisikan bahasa–bahasa trendi ibukota Jakarta, dan hal tersebut membuat para penonton merasa terhibur dan senang karena Miura sangat semangat mengucapkan kata–kata tersebut.

Depapepe membawakan set yang variatif dari album terbaru sampai album awal. Lantunan – lantunan lawas seperti “Aishu No Violet”, “Sky!Sky!Sky!”, “ONE”, dan “DUNK” ada di dalam set. Dan mereka pun memperkenalkan lagu-lagu baru dari album ‘KISS’ seperti “Howl of the Wolf” dan “Kiss”. Depapepe menutup set dengan lagu andalan mereka yaitu “START”.

Di malam hari itu Depapepe tampil dengan sangat ceria dan juga elegan. Dengan bantuan dari perkusi yang membuat lagu-lagu mereka lebih meriah dan juga suara melodi organ yang menambah suasana nyaman di dalam ruangan tersebut.

Penonton juga sangat menikmati vibes yang disalurkan oleh Depapepe. Mereka terlihat sangat bahagia dan puas dengan penampilan yang disajikan. Walau hanya 90 menit, tapi dampak yang mereka hasilkan kepada para penggemar yang hadir sangat besar. Karena kami percaya para penonton yang hadir di malam itu dapat menemukan sebuah kebahagiaan hanya dari petikan gitar yang sederhana.

 

Text oleh: Data Pratama

Foto oleh: Prasetya Atyanto