[BACKSTAGE] Konser di Hari Kerja, Kenapa?

Tak jarang orang yang bertanya, kenapa banyak konser diadakan di hari kerja, tidak di akhir pekan? Bagi sebagian orang, konser yang diadakan pada hari kerja memang membuat pusing kepala, apalagi kalau mereka tinggal di luar Jakarta, berarti mereka harus berurusan dengan mengurus cuti, atau izin sekolah/kuliah demi konser Artis favorit mereka.

Tak jarang pula promotor disalahkan atas jadwal yang diberikan sang  Agen Artis, yang terkadang tidak sesuai harapan. Melalui tulisan kecil saya, rasanya saya ingin berbagi bagaimana akhirnya terjadi ketuk palu pada tanggal konser.

Promotor memang bisa mengatur jadwal Artis, tetapi tidak mutlak. Biasanya Agen akan mengumpulkan penawaran beberapa promotor dari beberapa negara dalam regional tujuan tur dan kemudian menetapkan tanggal berapa saja yang bisa dipakai oleh negara-negara tersebut. Mengatur maksud saya diatas adalah memilih dari pilihan tanggal yang diberikan Agen, tidak sembarang menyebut tanggal.

Promotor dengan penawaran tertinggi atau mempunyai kedekatan bisnis yang kuat dengan sang Agen biasanya diberikan privilege memilih tanggal terlebih dahulu sebelum promotor lain dalam regional memilih, disitulah biasanya si penawar tertinggi akan memilih akhir pekan.

Akhir pekan juga selalu diprioritaskan untuk Festival Musik. Seringkali Agen akan memutuskan timeframe tur artis mengikuti tanggal tawaran Festival Musik yang masuk. Sebagai contoh, banyak Agen yang mengkonfirmasi show Artis mereka di Festival Summer Sonic Jepang terlebih dahulu sebelum akhirnya mencari promotor untuk sideshow sang Artis di negara regional asia lainnya.

Bagi promotor, memilih hari kerja juga bisa menjadi salah satu strategi untuk mendapatkan fee artis lebih rendah sehingga dapat menjual harga tiket dengan range harga yang tidak mahal. Sebagai contoh, "Artis A" tampil di festival, katakan saja di Summer Sonic pada akhir pekan, lalu promotor meminta "Artis A" untuk tampil di Jakarta pada akhir pekan berikutnya. Bayangkan kalau dipaksakan show menjadi akhir pekan tanpa ada show untuk si Artis di hari kerja, fee tinggi pasti akan diberikan untuk menutup "kerugian" Artis yang tidak show selama hari kerja. Otomatis harga tiket melonjak naik, jelas lagi-lagi protes keras akan dilayangkan ke promotor.

Sedikit banyak, hal diatas yang menurut pengalaman saya menjadi alasan kenapa banyak konser tidak dilaksanakan pada akhir pekan. Yang jelas, promotor berniat memberikan sajian terbaik bagi penonton, di hari kerja maupun akhir pekan, begitupula dengan sang Artis, mereka jelas akan memberikan penampilan yang sama spesialnya, di hari apapun itu. Well, selamat memilih konser yang akan datang! 

 

 

--Tentang Penulis--

Ryan Novianto, pendiri JakartaConcerts.com dan Records Label/Artist Management bernama Frisson Entertainment. Ryan juga aktif di bisnis promotor musik mulai tahun 2010 lewat StarD Protainment. Saat ini ia aktif di bisnis promotor musik bersama Marygops Studios.

 

Ryan Novianto

Ryan Novianto, pendiri JakartaConcerts.com dan Label Musik/Artist Management bernama Frisson Entertainment yang juga berkecimpung di bisnis Promotor Musik mulai 2011 lewat StarD Protainment. Mulai akhir 2014 ia resmi bergabung dengan Marygops Studios.